Visit Indonesia From My Slide Show

Welcome to My Blog. Just Share My Mind. Maybe Your Mind Same with My Mind and its all in My Blog. Music Present : Olive Musique - Young at Heart. Visited My Country from My Slide Show.

Total Pageviews

Popular Posts

Showing posts with label Materi Pengetahuan. Show all posts
Showing posts with label Materi Pengetahuan. Show all posts

Tuesday, May 13, 2014

Jenis Komitmen

Kita mungkin berpikir tentang komitmen hanya dalam hal perasaan kewajiban atau ikatan emosional. Namun, dalam 15 tahun terakhir, konsensus yang berkembang telah muncul bahwa komitmen harus dipandang sebagai konstruk multidimensi. Allen & Meyer (1990) mengembangkan model awal yang telah menerima cukup perhatian. Model tiga komponen mereka menganjurkan didasarkan pada pengamatan mereka bahwa ada definisi dari komitmen di saat itu tercermin setidaknya tiga tema utama: afektif sebuah lampiran emosional terhadap organisasi (Affective Komitmen); pengakuan biaya yang terkait dengan meninggalkan organisasi (Komitmen Kesinambungan), dan kewajiban moral untuk tetap dengan organisasi (Komitmen normatif). Satu hal penting adalah bahwa tidak semua bentuk karyawan komitmen yang positif dengan kinerja yang unggul (Meyer & Allen, 1997). Sebagai contoh, seorang karyawan yang memiliki rendah afektif dan komitmen normatif, tetapi yang memiliki tinggi komitmen kelanjutan tidak mungkin untuk menghasilkan kinerja manfaat. Alasan utama seperti seorang karyawan tetap dengan organisasi adalah untuk alasan yang negatif bahwa biaya yang terkait dengan meninggalkan terlalu besar. Dalam beberapa tahun terakhir lebih, tipologi ini telah lebih dieksplorasi dan disempurnakan untuk mempertimbangkan sejauh mana lingkungan social dibuat oleh organisasi membuat karyawan merasa dimasukkan, dan memberikan mereka rasa identitas. O'Malley (2000) berpendapat bahwa penelaahan terhadap literatur komitmen menghasilkan lima umum faktor yang berhubungan dengan pengembangan komitmen karyawan:

􀁺 Afiliatif Komitmen:
Kepentingan organisasi dan nilai-nilai yang kompatibel dengan mereka
karyawan, dan karyawan merasa diterima oleh sosial
lingkungan organisasi.

􀁺 asosiatif Komitmen:
Organisasi keanggotaan meningkat karyawan harga diri dan
status. Karyawan merasa terhormat untuk berhubungan dengan
organisasi.

􀁺 Moral Komitmen:
4Employees melihat organisasi berada di sisi mereka dan
organisasi membangkitkan rasa kewajiban bersama di mana kedua
organisasi dan karyawan merasa memiliki tanggung jawab untuk
satu sama lain. Jenis komitmen ini juga sering disebut
dalam sastra sebagai Komitmen normatif.


􀁺 Affective komitmen:
Karyawan mendapatkan kepuasan dari pekerjaan mereka dan mereka
rekan kerja, dan lingkungan kerja mereka adalah mendukung bahwa
kepuasan. Beberapa peneliti (misalnya Allen & Meyer, 1991) menyarankan
bahwa ini adalah bentuk paling penting dari komitmen karena memiliki
paling potensial manfaat bagi organisasi. Karyawan yang memiliki
komitmen afektif tinggi adalah mereka yang akan melampaui panggilan
tugas untuk kebaikan organisasi. Dalam literatur terbaru ini
bentuk komitmen juga telah disebut sebagai 'keterlibatan' dan
adalah bentuk komitmen yang sebagian besar biasanya diukur dengan
organisasi.


􀁺 Struktural komitmen:
Karyawan percaya bahwa mereka terlibat dalam pertukaran ekonomi yang adil
di mana mereka manfaat dari hubungan dengan cara-cara material.
Ada godaan untuk memasuki dan tinggal dalam organisasi dan
ada hambatan untuk pergi. Jenis komitmen ini juga
sering disebut dalam sastra sebagai Kesinambungan
Komitmen.
Dengan mengacu pada tipologi di atas, ketika suatu organisasi adalah
mempertimbangkan menilai komitmen karyawan, tidak hanya
harus itu bertanya berapa banyak komitmen ada, tapi juga jenis apa dari
komitmen ada.

Membangun Restoran di Bali, antara Prestise dan Investasi


Bisnis restoran hingga kini diyakini sebagai salah satu bentuk bisnis yang tidak ada matinya. Selain berprospek cerah, bisnis restoran ternyata juga resisten terhadap adanya krisis. Hanya saja tidak menutup kemungkinan memang ada sejumlah restoran yang kemudian gulung tikar dan tidak bertahan lama. Mereka tidak mampu mempertahankan jumlah pelanggannya sehingga makin lama pengunjung yang datang kian sedikit. Sebaliknya pada bisnis restoran yang sukses, mereka pada umumnya mampu mempertahankan jumlah pelanggannya bahkan mereka juga mampu meningkatkan jumlah pengunjung yang datang.

Bagi Anda yang tertarik menerjuni bisnis restoran, ada sejumlah faktor penting yang harus diperhatikan agar bisnis ini memberikan prospek yang cerah.

# Cita rasa
Cita rasa adalah kesan pertama seorang pengunjung begitu mereka mencicipi menu masakan yang dihidangkan di suatu restoran. Cita rasa masakan yang mampu menggugah selera dan berciri khas biasanya akan sangat diminati oleh siapa saja. Apalagi bila menu masakan tersebut memiliki cita rasa yang universal. Artinya bisa dinikmati oleh siapa saja dengan perbedaan usia maupun budaya. Tentunya menu masakan seperti ini lebih mudah diterima dan memiliki daya tarik tersendiri sehingga pengunjung pada kesempatan lain ingin mencicipinya kembali. Baik dengan menu yang sama maupun menu-menu lainnya.

# Kualitas
Mempertahankan kualitas adalah faktor penting berikutnya. Sebuah restoran yang sudah berhasil meracik menu spesial dan banyak diminati, tentunya juga harus menjaga konsistensi kualitas menu tersebut. Semua bahan, bumbu, proses pengolahan hingga penyajiannya harus terstandardisasi. Jangan sampai pelanggan kecewa ketika mereka memesan menu favoritnya ternyata cita rasa dan kualitasnya berbeda dari hari-hari sebelumnya.

# Pelayanan
Pelayanan menjadi item penting penilaian bagi pengunjung suatu restoran. Jika pramusaji menyambut ramah kehadiran mereka, kemudian menu makanan diselesaikan secepat mungkin sesuai dengan permintaan tanpa membiarkan mereka menunggu lama, tentu pengunjung akan sangat puas. Lain lagi ceritanya jika menu makanan tidak kunjung diantar sehingga pengunjung harus menahan lapar lebih lama lagi. Pasti mereka akan kehilangan selera meskipun menu yang disajikan bercita rasa tinggi. Bahkan tidak menutup kemungkinan mereka tidak mau kembali lagi ke restoran dengan pelayanan yang demikian. Apalagi jika pramusaji tidak ramah, pasti pengunjung sudah memblack list restoran yang demikian dari daftar favoritnya.

# Pengawasan
Agar semua standar yang telah diberlakukan dalam bisnis restoran bisa dilaksanakan oleh semua pihak yang terlibat di dalamnya, maka harus ada mekanisme pengawasan. Pengawasan berfungsi untuk controlling. Sehingga bila di lapangan terdapat tindakan yang menyalahi prosedur maka bisa segera dilakukan tindakan perbaikan. Dengan cara ini kualitas bisa dipertahankan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

# Lokasi

Lokasi yang strategis menjadi salah satu penentu sukses atau tidaknya bisnis restoran berikutnya. Suatu restoran yang berada di daerah wisata seperti Bali, tentu berpeluang besar menarik banyak pengunjung. Apalagi Bali menjadi salah satu pusat pariwisata dunia. Tentunya kesempatan meraih untung semakin terbuka lebar. Tidak mengherankan jika sekarang ini banyak investor semakin tertarik berinvestasi restoran di sana. Mereka pun membidik tempat-tempat favorit para wisatawan seperti Nusa Penida, Kuta, dan Denpasar. Ketiga tempat tersebut memang menjadi favorit para wisatawan sehingga setiap saat selalu dipadati oleh wisatawan. Walhasil, restoran bertaraf internasional banyak dijumpai di Bali. Dan dari waktu ke waktu, restoran baru terus bermunculan di tempat-tempat yang dinilai prestise tersebut. Dampaknya, iklim kompetisi pun makin lama kian ketat. Para investor pun bersaing ketat untuk menjadi yang terdepan. Selain ingin meraih keuntungan berlipat, bisnis restoran di Bali adalah prestise tersendiri bagi para investor.

KONFLIK ETNIS DI RWANDA ( H-TINGGI )



Sejarah Konflik Etnis di Rwanda
Ketika mendengar Rwanda dan konflik etnis yang terjadi hingga berujung pada Genosida di tahun 1994 hal pertama yang terbesit dalam benak kita adalah dua buah film yang cukup fenomenal “Sometimes in April” dan “Hotel Rwanda”, kedua film itu cukup menggambarkan situasi yang terjadi di Rwanda di tahun 1994. Akan tetapi, sebenarnya, kenyataan yang terjadi di lapangan lebih tragis dan kompleks dari apa yang kita bayangkan. Genosida[1] yang terjadi di Rwanda merupakan sebuah cerminan gagalnya negara menjamin keamanan internal dan perlindungan bagi warga negaranya. Rwanda menjadi sebuah failed state yang menjadi ancaman bagi warganegaranya sendiri, konflik Rwanda juga memiliki dampak sistemik terhadap stabilitas kawasan Afrika dan menyita perhatian dunia internasional terkait dengan isu Hak Asasi Manusia (HAM) dan genosida. Konflik di Rwanda, awalnya dapat dikategorikan sebagai konflik internal, menyusul perebutan kekuasaan antara etnis Tutsi dan Hutu yang mengakibatkan perang sipil di tahun 1959. Akan tetapi konteks konflik internal dan konflik etnis di Rwanda menjadi hirauan internasional karena adanya upaya pemusnahan etnis secara besar-besaran.

Rwanda merupakan salah satu negara di belahan Benua Afrika yang terdiri dari 3 kelompok etnis: Hutu (88%), Tutsi (11%), dan Twa pygmies (1%). Setidaknya ada beberapa faktor yang melatarbelakangi munculnya kebencian terhadap suku Tutsi dan akhirnya berujung pada Genosida. Pertama, fanatisme dari etnis Hutu muncul tidak lepas dari “sakit hati dan reprisals methods” suku Hutu yang mengalami marginalisasi dan stigmatisasi dimasa pendudukan Belgia atas Rwanda dan perang sipil di tahun 1959. Di tahun 1961, partai gerakan emansipasi Hutu Parmehutu menang dalam referendum PBB. Pemerintahan Parmehutu, yang dibentuk sebagai hasil dari pemilihan umum tahun 1961 diberi jaminan otonomi oleh Belgia tanggal 1 Januari 1962. Juni 1962 resolusi Majelis Umum PBB mengakhiri pemerintahan Belgia dan memberikan kemerdekaan penuh atas Rwanda (dan Burundi) yang mulai berlaku sejak 1 Juli 1962.

Kedua, setelah terjadi Perang Sipil di Rwanda tahun 1959, kebanyakan suku Tutsi terbang ke negara tetangga sebagai pengungsi, tekanan dan perang gerilya di negara mereka mengakibatkan mereka tidak dapat kembali ke Rwanda. Pengungsi yang tersebar di beberapa negara tetangga di Afrika ini kemudian membuat sebuah gerakan yang berpusat di Uganda dengan nama Rwandan Patriotic Front (RPF). RPF secara vocal menyerukan agar pemerintah Rwanda memperhatikan nasib jutaan pengungsi yang menjadi diaspora pasca perang sipil di tahun 1959. Gerakan pemberontak, terdiri dari etnis Tutsi yang menyalahkan pemerintah atas kegagalan demokrasi dan menyelesaikan permasalahan dari 500.000 pengungsi Tutsi yang hidup sebagai diaspora di penjuru dunia. Perang pertama muncul setelah gencatan senjata Arusha tanggal 12 juli 1992. Tanzania, melakukan upaya perundingan sebagai jalan mengakhiri pertikaian, memimpin kedamaian dan membagi kekuasaan, dan mengakuai adanya militer yang netral dalam organisasi Persatuan Afrika. Gencatan senjata efektif sejak 31 Juli 1992 dan pembicaraan politik dimulai tanggal 10 Agustus tahun 1992. Presiden Rwanda mulai melakukan perundingan Tripartite yang diadakan antara dua menteri luar negeri Rwanda dan Uganda dan perwakilan UNHCR di Kigali.

Ketiga, media memainkan peranan yang signifikan dalam genosida di Rwanda, media lokal seperti surat kabar dan radio Radio Rwanda dan Radio Television Libre des Mille Collines (RTLM) dipercaya memulai pidato dan dialog-dialog yang berisi kebencian terhadap suku Tutsi, propaganda ini kemudian menjadi sangat sistematis dan berubah menjadi sebuah norma. Surat kabar yang dikuasai oleh negara Kangura memiliki peran pusat, memulai gerakan anti-Tutsi dan anti-RPF, surat kabar itu memuat artikel berisi tindakan yang harus dilakukan untuk melengkapi revolusi sosial di tahun 1959, di tahun 1990, ada artikel yang berisi The Hutu’s Commandments yang secara ekstrim menyatakan kebencian atas Tutsi.

Keempat, operasi peacekeeping yang dilakukan oleh Dewan Keamanan PBB, United Nations Assistance Missions for Rwanda (UNAMIR), yang berusaha menjaga perdamaian pasca perundingan di tahun 1992 serta pengkondisian dan pemeliharaan wilayah Rwanda menyusul akan dipulangkannya 1 juta pengungsi Tutsi di tahun 1994 gagal, setelah Presiden Rwanda, Juvenal Habyarimana meninggal dalam kecelakaan pesawat di Bandara Kigali 6 April 1994. Rwanda menjadi sebuah failed state yang memiliki vacuum of power di negara itu, kendali kemudian diambil alih oleh kaum pemberontak yang akhirnya berujung pada genosida.

Pembunuhan menyebar di Kigali dan seluruh pelosok negeri, genosida meluas kearah pembantaian 1 juta suku Tutsi dan Hutu moderat. Pihak yang bertanggung jawab dalam hal ini adalah militan Interahamwe “those who attack together” dan Impuzamugambi “those with a single purpose”. Militan genosida yang melakukan pembantaian atas Tutsi dan Hutu di tahun 1994 melanjutkan kampanye pemusnahan etnis dan mencoba memperluas operasi mereka melewati barat laut. Pemberontak bertanggung jawab atas sejumlah pelanggaran Hak Asasi Manusia, termasuk dalam membunuh siapa saja yang dianggap kontra genosida dan suku Hutu yang secara resmi menentang agenda mereka, sama halnya dengan pendeta dan para pekerja kemanusiaan. Militan, terdiri dari sejumlah anggota bersenjata, pendiri Rwanda Armed Forces (ex-FAR) dan kelompok genosida Interahamwe, yang sering melakukan serangan terhadap kantor-kantor pemerintahan, institusi publik, seperti penjara, klinik, dan sekolah. Aksi ini meningkatkan friksi antara kekuatan keamanan dan populasi Hutu dan menimbulkan insecurity di jalanan. Bahkan masyarakat biasa dipaksa membunuh tetangga mereka oleh pemerintahan lokal yang disponsori oleh radio.

Dalam kurun waktu 100 hari dari 6 April hingga 16 Juli 1994, diperkirakan 800.000 hingga 1 juta suku Tutsi dan Hutu moderat meninggal. Lebih dari 6 pria, wanita dan anak-anak dibunuh setiap menit setiap jam dalam setiap hari. Antara 250.000 dan 500.000 wanita mengalami kekerasan seksual. Sebanyak 20.000 anak-anak lahir dari tindakan itu. Lebih dari 67% wanita yang diperkosa terinfeksi HIV/AIDS. 75.000 yang selamat menjadi yatim piatu dan 40.000 lainnya tidak memiliki tempat tinggal. Rwanda tidak bisa melindungi masyarakatnya bahkan menjadi ancaman bagi warganegaranya sendiri.

Genosida berakhir ketika RPF menguasai Kigali tanggal 4 Juli 1994 dan perang berakhir tanggal 16 Juli 1994. Sebanyak dua juta pengungsi terbang ke Kongo, Uganda, Tanzania, dan Burundi. Hal ini kemudian menimbulkan masalah baru bagi negara-negara perbatasan sehingga muncul krisis Danau besar dan munculnya Perang Kongo I dan II. Konflik perbatasan dan masalah pengungsi kemudian mlanda kawasan Danau Besar. Genosida yang terjadi di Rwanda merupakan tingkatan Genosida pertama dalam kategori “mutual genocide” karena baik Tutsi dan Hutu saling membunuh satu sama lain karena perbedaan etnis dan partai serta konflik kepentingan bebrapa pihak di negara itu. Korban yang sesungguhnya dalam kasus Genosida di Rwanda merupakan suku Tutsi, hampir 800.000 penduduk Rwanda yang terbunuh adalah suku Tutsi, mayat suku Tutsi dibuang ke sungai dan pembunuh mengatakan jika mereka akan dikirim kembali ke Ethiopia, tempat asal mereka. Negara lain juga turut andil dalam genosida yang melanda Rwanda, Perancis, disinyalir ingin mempertahankan pengaruh di Afrika, mulai menyediakan senjada dan mendukung pemerintah Rwanda, dan tentara meningkat dari 5000 menjadi 40.000 di bulan Oktober 1992. Mereka turut membantu Habyarimana untuk melakukan aksi penahanan terhadap 1000 lawan politik dan pembunuhan atas 350 Tutsi di perbatasan, bahkan melindungi pemberontak yang melakukan aksi genosida. Media internasional tidak melakukan tindakan apa-apa atas propaganda radio dan surat kabar, padahal media internasional “Amerika Serikat” lah yang memulai kebebasan pers dan media untuk menyebarkan nilai-nilai demokrasi di wilayah ini, akan tetapi tanggung jawab internasional akan masalah ini nampaknya berlawanan dengan prinsip demokrasi di satu sisi dan Hak Asasi Manusia di sisi lain.

Genosida yang terjadi di Rwanda setidaknya menjadi agenda keamanan internasional karena genosida pada dasarnya merupakan pelanggaran terhadap nilai-nilai fundamental manusia yang tercantum dalam piagam PBB. Genosida ini juga menjadi kejahatan kemanusiaan paling besar sepanjang abad-20 setelah Holocaust yang terjadi di Jerman. Konflik internal yang awalnya merupakan fanatisme antar suku berubah menjadi pembantaian manusia yang mengakibatkan eskalasi politik dan keamanan di kawasan juga meningkat bahkan menjadi concern dunia internasional menyusul diadilinya para penjahat kemanusiaan di Rwanda di Pengadilan Kriminal Internasional dan perdebatan panjang akan term mutual-genocide dalam komunitas internasional.

Konflik Rwanda sekaligus memberi pelajaran bagi komunitas internasional untuk mengutamakan sendi-sendi kemanusiaan dan mewaspadai mutual genocide dalam era modern. Genosida di Rwanda menjadi sebuah bukti jika moralitas, hukum internasional bahkan komunitas internasional sendiri gagal dalam melakukan upaya-upaya pencegahan terkait dengan keamanan internal suatu negara yang harusnya menjadi concern dunia internasional karena menyangkut Hak Asasi Manusia.

Perusahaan Jasa

2. Perusahaan Jasa.
            2.1. Pengertian Perusahaan Jasa
Perusahaan jasa adalah unit usaha yang kegiatannya memproduksi yang tidak berwujud. Tetapi perusahaan jasa harus tetap memiliki produk untuk ditawarkan kepada konsumen untuk menyelenggarakan kegiatannya. Seperti misalnya perusahaan jasa pengiriman barang. Untuk mendukung usahanya maka perusahaan tersebut harus memiliki fasilitas transportasi yang mendukungnya.
            2.2. Ciri-ciri Perusahaan Jasa
Perusahaan jasa memiliki beberapa kharakteristik yang membedakan dirinya dengan perusahaan manufacture. Beberapa karakteristik tersebut adalah :
a.       Produk yang ditawarkan berupa benda tidak berwujud (jasa). Jasa merupakan sesuatu yang tidak bisa dilihat, tetapi manfaatnya bisa dirasakan.
b.      Perusahaan dan konsumen kesulitan untuk mengukur tingkat harga jasa. Tingkat harga merupakan sesuatu yang bersifat tidak mutlak karena mahal atau tidaknya harga yang ditetapkan perusahaan tergantung tingkat kepuasan konsumen.
c.       Produk yang ditawarkan tidak bisa disimpan dalam bentuk persediaan. Artinya, jasa tidak bisa disimpan, dijual kembali kepada orang lain, atau dikembalikan kepada perusahaan tempat konsumen membeli jasa.
2.3. Tipe Pemasaran Perusahaan Jasa
Perusahaan jasa memiliki beberapa cara untuk memasarkan jasa yang mereka miliki. Beberapa tipe pemasaran perusahaan jasa yaitu :
a.       Pemasaran Eksternal
Strategi pemasaran eksternal ini dikenal dengan 7 P (product, price, place, promotion, process, personil, and physical facility).
b.      Pemasaran Internal
Untuk pemasaran jasa tidak cukup hanya dengan pemasaran eksternal (7 P) tetapi harus diikuti pula dengan peningkatan kualitas atau keterampilan para personil yang ada dalam perusahaan. Selain itu juga harus ada kekompakan atau suatu tim yang tangguh dari personil yang ada dalam perusahaan tersebut, khususnya dalam menghadapi para pelanggan sehingga membawa kesan tersendiri yang meyakinkan.

c.       Pemasaran Interaktif (Interaktif Marketing)
Kepuasan konsumen tidak hanya terletak pada mutu jasa, misalnya, restorannya yang megah dan makanannya yang bergizi. Tetapi, juga harus dipadukan dengan melakukan service quality improvement supaya peningkatan pelayanan benar-benar meyakinkan.

2.4. Eksistensi Jasa di Perusahaan Jasa.
Setiap perusahan akan senantiasa mempertahankan eksistensi kinerjanya untuk mencapai pertumbuhan tertentu.Untuk itu setiap perusahaan akan berusaha untuk merebut pangsa pasar dengan berbagai strategi pemasaran dan juga peningkatan pelayanan yg maksimal dengan tujuan akhir untuk bisa memperoleh laba yg sebesar besarnya dengan pencapain kepuasana tamu ataupun pelanggan secara optimal.
Oleh sebab itu setiap perusahan yg bergerak dibidang jasa pelayanan akan akan selalu senantiasa mejaga dan meningkatkan mutu pelayanan mereka sehingga bisa secara maksimal bersaing dengan kebutuhan konsumen.

Seperti yg diketahui kualitas pelayanan yg ditawarkan erat kaitannya dengan dorongan untuk pencapain konsument yg loyar untuk tetap memakai produk yang ditawarkan oleh sebuah jasa pelayanan.Dalam jangka panjang perusahaan akan selalu senantiasa memahami dengan seksama jasa yg diharapkan oleh semua pelanggannya.Dengan demikian perusahaan akan bisa meningkatakan kepuasan para pelanggannya,dimana perusahaan bisa memaksimumkan pengalaman pelanggan yang menyenangkan.Pada gilirannya akan tercipta “Brand Image”nilai jual yg tinggi pada perusahaan yg mampu meberikan pelayan yg baik terhadap para konsumennya.

Manajemen Operasional

MENINGKATKAN  KEMAMPUAN  MEMPERBAIKI.
Karena keandalan dan pemeliharaan preventif jarang ada yang sempurna, perusahaan memiliki beberapa tingkatan kemampuan perbaikan. Dengan memperbesar atau meningkatkan fasilitas pemeliharaan, sistem bekerja menjadi lebih cepat. Fasilitas pemeliharaan yang baik harus memiliki enam hal yaitu :
a.       Personel yang terlatih dengan baik.
b.      Sumber daya yang memadai.
c.       Kemampuan menetapkan sebuah rencana perbaikan dan prioritas.
d.      Kemampuan dan otoritas untuk melakukan perencanaan bahan.
e.       Kemampuan mengidentifikasi penyebab kerusakan.
f.       Kemampuan merancang cara memperluas MTBF.
Tidak semua pekerjaan perbaikan dapat dilakukan pada fasilitas perusahaan. Enam hal diatas menunjukkan beberapa pilihan dan bagaimana mereka manila kecepatan, biaya, dan kompetensi. Konsisten pada keuntungan dari pemberdayaan karyawan. Jika setiap operator melaksanakan aktivitas dalam batas kemampuannya, maka manajer telah melangkah kea rah pemberdayaan karyawan dan pemeliharaan kinerja sistem.
PEMELIHARAAN  PRODUKTIF TOTAL.
Banyak perusahaan beralih ke konsep manajemen kualitas total dalam implementasi pemeliharaan preventif dengan sebuah pendekatan yaitu pemeliharaan produktif total. Pemeliharaan produktif total adalah menggabungkan kualitas manajemen total dengan sudut pandang pemeliharaan strategis, dari proses dan desain peralatan hingga pemeliharaan prefentif. Pemeliharaan produktif total meliputi hal sebagai berikut :
a.       Perancangan mesin yang andal, mudah dioperasikan, mudah pemeliharaan.
b.      Penekanan biaya kepemilikkan total saat membeli mesin, hingga biaya pelayanan dan pemeliharaan sudah termasuk dalam biaya pembelian.
c.       Pembuatan rencana pemeliharaan preventif yang memanfaatkan praktik terbaik dari operator, departemen pemeliharaan, dan depot layanan.
d.      Pelatihan pekerja untuk mengoperasikan dan memelihara mesin mereka sendiri.
Pemeliharaan produktif total menjadi kunci untuk menguarangi variabilitas dan meningkatkan keandalan.
TEKNIK-TEKNIK UNTUK MENINGKATKAN PEMELIHARAAN.
a.       Simulasi: Karena rumitnya beberapa keputusan pemeliharaan, simulasi computer merupakan perangkat yang baik untuk mengevaluasi dampak dari berbagai kebijakan. Pihak manajemen juga dapat menstimulasikan penggantian komponen yang belum rusak sebagai upaya mencegah timbulnya kerusakan di masa mendatang. Simulasi yang dilakukan melalui model fisis juga bermanfaat.

b.      Sistem Pakar: Para manajer MO menggunakan sistem pakar untuk membantu karyawan mengisolasi serta memperbaiki berbagai kesalahan pada peralatan dan permesinan.

TQM

Kualitas dan Strategi
                Peningkatan kualitas mampu membantu perusahaan meningkatkan penjualan dan mengurangi biaya yang kemudian akan meningkatkan keuntungan. Peningkatan penjualan kerap terjadi saat perusahaan mempercepat respons mereka, merendahkan harga jual sebagai hasil dari skala ekonomis dan meningkatkan reputasi mereka dengan produk berkualitas. Kualitas yang rendah berpengaruh terhadap organisasi secara keseluruhan, mulai dari pemasok hingga ke pelanggan dan dari desain produk hingga pemeliharaannya.
Mendefinisikan Kualitas
                Tujuan manajer operasi adalah membangun sebuah sistem TQM yang mengidentifikasikan dan memuaskan kebutuhan pelanggan. Kualitas adalah kemampuan sebuah produk atau jasa untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.
                Dua cara kualitas meningkatkan keuntungan :
1.       Penjualan meningkat melalui :
a.       Respons yang lebih baik
b.      Harga yang fleksibel
c.       Reputasi yang lebih baik
2.       Pengurangan biaya melalui :
a.       Produktivitas yang meningkat
b.      Biaya rework dan scrap yang lebih rendah
c.       Biaya garansi yang lebih rendah.
Pengaruh Kualitas
                Tiga alasan penyebab kualitas itu penting adalah :
1.       Reputasi perusahaan. Suatu organisasi menyadari reputasi akan mengikuti kualitas apakah itu baik atau buruk. Promosi diri tidak akan menggantikan produk berkualitas.
2.       Kehandalan produk. Pengandilan terus berusaha menghukum organisasi yang merancang, memproduksi, atau mengedarkan produk atau jasa yang penggunaannya mengakibatkan kerusakan atau kecelakaan.
3.       Keterlibatan global. Kualitas adalah suatu perhatian internasional, sebagaimana halnya MO. Bagi perusahaan yang ingin bersaing secara efektive pada ekonomi global, produk mereka harus memenuhi ekspektasi akan kualitas, desain, dan harga yang global.
Biaya Kualitas.
                Empat kategori utama biaya dikaitkan dengan kualitas yang disebut biaya kualitas :
1.       Biaya pencegahan. Biaya yang terkait dengan mengurangi kemungkinan komponen atau jasa mengalami kerusakan.
2.       Baiaya penaksiran. Biaya yang dikaitkan dengan proses evaluasi produk, proses, komponen, dan jasa.
3.       Kegagalan internal. Biaya yang diakibatkan oleh proses produksi komponen atau jasa yang rusak sebelum  diantarkan ke pelanggan.
4.       Biaya eksternal. Biaya yang terjadi setelah pengiriman barang atau jasa yang cacat.
Tiga biaya diatas dapat diperkirakan, tetapi biaya eksternal sangat sulit dihitung.
Etika dan Manajemen Kualitas
                Dalam hal etika pihak manajemen harus menanyakan apakah para pihak yang berkepentingan ini disalahkan. Setiap perusahaan harus mengembangkan nilai inti yang menjadi panduan sehari-hari untuk semua orang mulai dari CEO sampai pekerja di lini produksi.
Standar Kualitas Internasional
ISO 9000
                ISO 9000 merupakan satu-satunya standar kualitas yang diakui secara internasional. Focus standar ini adalah menetapkan prosedur manajemen kualitas melalui kepemimpinan, dokumentasi terperinci, perintah kerja, dan penyimpanan catatan. Untuk memilikinya, organisasi harus melalui proses selama 9 hingga 18 bulan yang mencakup dokumentasi prosedur kualitas, penilaian lapangan, dan serangkaian audit yang terus berjalan terhadap produk atau jasa yang dihasilkan.
ISO 14000
                Proses internasional kualitas yang terus terbukti dengan dikembangkannya ISO 14000. ISO 14000 merupakan standar manajemen lingkungan yang mengandung lima elemen pokok : manajemen lingkungan, audit, evaluasi kinerja, pelabelan, dan penilaian siklus hidup. Memiliki kelebihan :
1.       Citra public yang positive dan ekspos yang berkurang terhadap kewajiban.
2.       Pendekatan sistematis yang baik untuk pencegahan polusi melalui minimalisasi dampak ekologis dari prosuk dan aktivitas perusahaan.
3.       Ketaatan dengan persyaratan peraturan dan peluang untuk mendapatkan keunggulan bersaing.
4.       Berkurangnya kebutuhan untuk melakukan audit majemuk.



Total Quality Manajemen ( TQM )

TQM mengacu pada penekanan kualitas yang meliputi oragniasi keseluruhan, mulai dari pemasok hingga pelanggan. TQM penting karena keputusan kualitas mempengaruhi masing-masing dari sepuluh keputusan yang dibuat manajer operasi. Pemenuhan ekpektasi tersebut membutuhkan penekanan TQM saat suatu perusahaan bersaing untuk menjadi pemimpin di pasar dunia.
Perbaikkan Berkesinambungan

                TQM membutuhkan perbaikkan berkesinambungan yang tidak pernah berhenti yang mencakup orang, peralatan, pemasok, bahan, dan prosedur.  Jadi aspek dari suatu operasi perusahaan dapat diperbaiki. Tujuan akhirnya adalah kesempurnaan yang tidak akan pernah dapat diraih, tetapi selalu diupayakan. Plan-do-check-act (PDCA) yang menurutnya adalah suatu proses perbaikan berkesinambungan. 

Sunday, January 12, 2014

“THE SECOND HOUSE”

SOLUSI UNTUK CASE STUDY “THE SECOND HOUSE”
Sarah dan Robin perlu dengan sangat memertimbangkan mau diapakan uang yang didapatkannya. Banyak kemungkinan informasi yang mereka akan dapatkan baik itu dari teman, keluarga maupun media lainnya.
Investasi di sektor properti memiliki banyak risiko. Namun, bila itu dapat dikendalikan, keuntungan yang didapat juga akan berlipat. Mengenal dan mengelola potensi "risiko" dalam berinvestasi properti sangat penting sehingga tidak tersesat dalam belantara kesalahan obyek pembelian, keuangan, dan momentum. Inilah bagian yang paling penting: Anda harus mulai saat ini. Berikut saran pakar properti Amerika, Leonard Baron, agar investasi di sektor properti menghasilkan keuntungan. 
a.       Mengerti keuangan
Ketika membeli properti, pastikan bahwa itu adalah keputusan keuangan yang cerdas. Menyewa lebih masuk akal daripada membeli jika properti tersebut menawarkan arus kas positif dan memberikan tingkat pengembalian yang adil pada ekuitas yang diinvestasikan. Investor tidak harus membeli properti dengan arus kas negatif. Jika kadung berinvestasi pada properti dengan neraca negatif, Anda mungkin akan menyadari, lebih baik menginvestasikan uang di tempat lain pada aset dengan imbal hasil yang lebih baik.
b.      Belilah properti dalam kondisi baik
Hampir dapat dipastikan sebagian investor selalu mengeluarkan uang lebih banyak untuk memperbaiki properti-properti yang telah mereka beli. Banyak pembeli yang berpandangan bahwa hal tersebut menguntungkan; membeli properti, memperbaikinya dan menjualnya kembali dengan ekspektasi keuntungan tinggi.  Padahal, skenario tersebut jarang menjadi kenyataan, sebaliknya biasanya cerita ini berakhir tragis, yakni kehilangan uang. Hal tersebut mungkin dapat berhasil bagi kontraktor bangunan yang berpengalaman dalam memperkirakan biaya perbaikan. Akan tetapi, bagi Anda yang masih awam, kemungkinan terburuk adalah kehilangan banyak uang.
c.       Pendanaan jangka panjang yang aman
Pastikan mengambil pendanaan jangka panjang dengan suku bunga tetap untuk membiayai sebuah properti. Cobalah melakukan hanya satu pembiayaan untuk satu pembelian dan menikmati ketenangan pikiran. Dengan begini, tidak perlu khawatir tentang perubahan suku bunga di masa depan. 
d.      Meninjau semua dokumen 
Semua pembeli harus meninjau segala hal yang terkait dengan dokumentasi properti, seperti asuransi. Jadwalkan satu jam untuk agen asuransi mengurus semua hal dengan rinci sehingga dapat mengatasi masalah apa pun sebelum aksi beli. 
e.       Properti dan asuransi
Pastikan asuransi yang dipilih tepat sesuai kebutuhan untuk melindungi properti dan keadaan tertentu, harus duduk dengan agen asuransi dan mendiskusikan gambaran keuangan dan kelengkapan asuransi sehingga jika sesuatu terjadi, seperti kebakaran, atau banjir, perusahaan asuransi akan bekerja untuk mengurangi kemungkinan secara signifikan dampaknya terhadap keuangan.
f.       Mengelola penyewaan dengan baik
Jika properti yang Anda beli untuk disewakan kembali, pastikan memperoleh penyewa yang baik. Pertahankan masa sewanya selama mungkin dengan cara; perlakukan penyewa dengan baik, pastikan mereka menjaga properti Anda dalam kondisi tetap baik. Jika ada keluhan, atasilah dengan segera. Dengan begitu, akan "mencetak" uang lebih banyak ketimbang kerumitan yang harus diatasi.

            Solusi diatas merupakan solusi jika memang mereka ingin melakukan investasi di bidang property. Tetapi, jika dalam prosesnya mereka sudah melakukan hal yang secara umum banyak orang lakukan. Kebanyakan orang justru lebih percaya dengan apa yang dikatakan maupun melihat sendiri pengalaman temannya. Itulah kekuatan dari Word Of Mouth kekuatan kata-kata yang dikeluarkan oleh orang terdekat yang mereka percayai menjadikan Sarah dan Robin tergiur. Mereka dapat melakukan pencarian sebenarnya tidak langsung menuju ke perusahaannya tetapi alangkah lebih baik melakukan pencarian di internet terkait informasi mengenai bisnis tersebut atau mungkin mencari tahu terlebih dahulu bukan dari teman saja melainkan juga dari media lain. Jika mereka sudah pasti dan benar-benar ingin melakukan investasi di bagian tersebut maka barulah menelpon perusahaan untuk mengirimkan brosur. Jika memang belum merasa yakin maka dapat meyakinkan melalui media lain yaitu baik melalui internet maupun orang lain. 

Strategi Perusahaan Mustika Ratu

Sejarah PT.Mustika Ratu
PT. Mustika ratu, Tbk merupakan salah satu perusahaan manufacturing yang tercatat (listing)di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 27 juli 1995 dengan menerbitkan 80.000.000 lembar saham pada perdagangan perdananya.PT. Mustika Ratu Tbk merupakan perusahaan yang menjadi sponsor utama dalam Pemilihan Puteri Indonesia dan sekarang sudah mulai Go Internasional dengan mengirimkan Puteri Indonesia untuk mengikuti pemilihan Miss Universe. Dengan tujuan untuk mengangkat image produk-produk Mustika Ratu yang mengusung kosmetika tradisional ke pasar Internasional.PT. Mustika Ratu merupakan perusahaan kosmetik dan perawatan kesehatan terbesar dan terkemuka di Indonesia. Perusahaan ini banyak di incar oleh beberapa perusahaan raksasa seperti perusahaan kosmetik oriflamme yang merupakan perusahaan asal swedia yang berupaya untuk membeli hak paten Mustika Ratu untuk di pasarkan di Eropa, dan selain itu juga perusahaan Unilever Indonesia juga berupaya untuk mendekati dan membeli saham PT Mustika Ratu,
Di dalam negeri PT. Mustika Ratu merupakan perusahaan yang memiliki image yang baik dimata konsumen, karena kebanyakan produk-produknya di gunakan oleh artis, dan merupakan slah satu perusahaan yang mengedepankan bahan-bahan alami dari tumbuh-tumbuhan ditengah isu maraknya kosmetik yang mengandung bahan kimia yang berbahaya, tidak hanya itu perusahaan juga menerapkan strategi pemasarn yang menggunakan endorser sebagai pendorong penjualan.
Saat ini, ada banyak produsen kosmetik di Indonesia. Tetapi hanya sedikit perusahaan yang memproduksi kosmetik dengan bahan baku alami atau herbal. MRAT sebagai produsen kosmetik dan perawatan kesehatan muncul sebagai pelopor dalam mengembangkan produk dengan menggunakan bahan herbal. Dengan pengalaman lebih dari 30 tahun di dalam industri ini, MRAT dapat mempertahankan secara konsisten budaya asli Indonesia. Era modern tidak menghambat penjualan MRAT untuk tumbuh. Sebagai bukti, MRAT membuktikan kelasnya dengan menjadi salah satu produsen kosmetik dan perawatan kesehatan terbesar di Indonesia. Di 2010, angka laba bersih naik sebesar 16,19% menjadi Rp 24 miliar dari sebelumnya Rp 21 miliar di periode yang sama di 2009. Peningkatan laba bersih juga terjadi pada 1Q2011. MRAT mencatatkan penjualan sebesar Rp 83 miliar, lebih baik dari 1Q2010 yang hanya Rp 79 miliar.
Kegiatan Mustika Ratu Memperebutkan Pasar
Dalam menyambut era pasar bebas ini tantangan yang menunggu para pelaku industri kosmetik di dalam negeri memang tidak hanya berasal dari persaingan antar sesama pemain localtetapi juga pemain asing yang mulai marak memasuki pasar dalam negri. Tidak hanya itu sejak pertengahan tahun lalu, peredaran kosmetik impor asal China terus menggebrak pasar dalam negri dengan produk-produknya yang terkenal murah. Namun MRAT tampaknya tidak terpengaruh dan terus menunjukkan keberhasilannya yaitu Mustika Ratu mampu membukukan kenaikan penjualan 12,27% menjadi Rp345,58 miliar dibandingkan Rp307,80 miliar pada 2008. Laba usaha pada 2009 mencapai Rp41,55 miliar atau meningkat 64,24% dibandingkan dengan Rp25,30 miliar pada 2008. Analis PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Dipo Akbar Panuntun menilai efisiensi perseroan berperan besar dalam pencapaian peningkatan laba usaha. “Mustika Ratu sukses menekan beban usaha dari 47,45% menjadi 44,44%, sehingga mereka membukukan margin usaha yang lebih baik yaitu sebesar 12,02% pada 2009 dibandingkan dengan 8,22% pada 2008,” paparnya dalam riset yang dipublikasikan pada 26 Oktober lalu. Pada periode Januari-September tahun ini, penjualan tumbuh 4,14% menjadi Rp252,41 miliar dibandingkan dengan Rp242,38 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
 Strategy Perusahaan
a.       Strategi Korporasi
PT Mustika Ratu Tbk (MRAT) membidik target laba bersih sebesar Rp 47,5 miliar pada 2011, melesat 92% dibandingkan laba bersih pada 2010 sebesar Rp 24,78 miliar. Chief Executive Officer (CEO) Mustika Ratu Putri K Wardhani menjelaskan, peningkatan laba tersebut seiring strategi perseroan mempertahankan pasar local dan proyeksi penjualan ekspor tahun ini sebesar 30%. Salah satunya, kata dia, dengan mengintegrasikan penjualan, distribusi, pemasaran, promosi, dan peluncuran produk baru (ipotnews Friday, October 14, 2011). Perseroan juga akan melakukan proses-proses akuisisi merek kosmetik untuk mencapai pertumbuhan secara cepat dan optimal. Selain itu juga melakukan pengembangan ekspor di kawasan Tiongkok dan Asean. Sejalan dengan itu, perseroan juga melakukan kemitraan dengan salah satu perusahaan besar dari Filipina serta medirikan gerai-gerai spa dalam bentuk waralaba untuk mendukung ekspansi tersebut.
Khusus untuk pasar ekspor, MRAT berencana membidik pasar baru di Afrika dan Timur Tengah.  "Kami akan lebih fokus ekspansi ke negara-negara Timur Tengah dan Afrika. Semula kami mau ekspansi ke Perancis pada 2012, tetapi kami harus melihat dulu kondisi terakhir di sana," ujar Putri. Strategi meningkatkan penjualan adalah memproduksi produk baru yang high demand. Sedangkan untuk pasar lokal, MRAT akan memperkuat penjualan di pasar menengah ke bawah.
Sehingga pada kesimpulannya PT. Mustika Ratu, Tbk. Menerapkan Agresif strategi pada level corporasi.
b.      Strategi Promosi
Strategi yang dapat dilakukan pihak manajemen PT. Mustika Ratu untuk memperbaiki strategi promosinya selama ini yang menggunakan endorser puteri Indonesia.
c.       Strategi Penjualan
Dalam upaya meningkatkan pertumbuhan penjualan ke depan, perusahaan senantiasa memperbaiki sistem pendistribusian barang agar penyebarannya dapat merata ke seluruh pelosok daerah baik melalui cabang-cabang perseroan yang dibantu dengan depo-deponya maupun dari distributor-distributor yang tersebar di berbagai kota besar di seluruh Indonesia
d.      Strategi Pelayanan
Dengan adanya consumer service center ini, perseroan diharapkan dapat berinteraksi dengan konsumen akhir , pelanggan maupun mitra usaha dan pada akhirnya dapat menciptakan hubungan yang harmonis diantara mereka.
e.       Strategi Pemasaran
Perseroan terus mempertahankan posisinya sebagai pemimpin dalam pasar domestik dan mancanegara dengan memproduksi dan memasarkan produk untuk segala jenis usia, jender maupun tingkat social masyarakat. Sebagai pelopor kecantikan, Perseroan senatiasa mengikuti trend tat arias yang menjadi dambaan seluruh wanita Indonesia dengan meluncurkan amuspa buketan.
f.       Strategi SDM
Perseroan secara aktif terus mengembangkan seluruh aspek yang berhubungan dengan sumber daya manusia.Pengembangan usaha perseroan menuntut adanya sumber daya manusia yang handal dengan standar kualitas yang tinggi pada setiap lini organisasi. Strategi utama yang dilakukan oleh perseroan adalah membangun dan mengembangkan kapabilitas organisasi untuk mendukung pertumbuhan usaha.
g.       Strategi Pasar Luar Negeri
Perseroan telah membuka pasar ekspor baru untuk Negara China dan Pakistan.Sedangkan rencana pengembangan pasar ekspor ke depan meliputi beberapa Negara seperti Nigeria, Philipina, dan Thailand. Saat ini perseroan tengah giat melakukan strategi pemasaran khususnya di Negara Malaysia dengan meningkatkan penetrasi pasar di modern market dan menempatkan sales representative pada tiap-tiap distributor. Sedangkan untuk Negara-negara lainnya strategi yang dilakukan adalah dengan melakukan penambahan jenis item produk misalnya produk Ginteh di Arab Saudi dan produk seri Ayudara di Negara Rusia.Sedangkan di Negara Brunei Darussalam dan Hongkong, perseroan melakukan penerapan system Pareto Product sehingga persediaan produk menjadi lebih terkontrol dan service level meningkat.Disamping itu, perseroan terus meningkatkan promosi terutama kegiatan promosi below the line.
h.      Strategi Distribusi
Perseroan memiliki jaringan distribusi yang luas, di beberapa cabang di kota-kota besar di pulau Jawa ditambah dengan puluhan distributor di seluruh Indonesia dan Mancanegara.
i.        Strategi Produksi
Dalam melakukan proses produksi perseroan telah menerapkan CPKB (Cara Produksi Kosmetika yang Baik) dan CPOTB (Cara Produksi Obat Tradisional yang Baik) agar hasil produksinya bisa diterima pasar local maupun mancanegara.Dalam iklim bisnis yang tingkat persaingannya sangat ketat, tuntutan produk yang sesuai dengan selera konsumen menjadi sulit karena pilihan dipasar yang sangat beragam, sehingga diperlukan produk yang berkualitas, praktis dan ekonomis.
Keamanan Produk Mustika Ratu
Akhir-akhir ini banyak produk kosmetik yang mengandung bahan kimia berbahaya, seperti: mercuri(Hg), Hidroquinon > 2%, zat warna Rhodamin B, dan merah K.3. Biasanya produk kosmetik yang mengandung bahan kimia berbahaya akan menjanjikan wajah akan tampak lebih  putih dalam waktu yang singkat, sehingga banyak masyarakat terutama kaum perempuan tergiur untuk membeli dan menggunakannya.
Merkuri inorganik dalam krim pemutih (yang mungkin tak mencantumkannya pada labelnya) bisa menimbulkan keracunan bila digunakan untuk waktu lama. Walau tidak seburuk efek merkuri gugusan yang tertelan (yang dari makan ikan tercemar), tetap menimbulkan efek buruk pada tubuh. Kendati cuma dioleskan ke permukaan kulit, merkuri mudah diserap masuk kedalam darah, lalu memasuki sistem saraf tubuh.
Manifestasi gejala keracunan merkuri akibat pemakaian krim kulit muncul sebagai gangguan sistem saraf, seperti tremor, insomnia, kepikunan, gangguan penglihatan, gerakan tangan abnormal (ataxia), gangguan emosi, selain depresi. Oleh karena umumnya tak terduga kalau itu penyakitnya, kasus keracunan merkuri, sering salah didiagnosis sebagai kasus Alzheimer, Parkinson, atau penyakit gangguan otak. Selain merkuri, Hidroquinon yang kandungannya diatas 2 % juga dikategorikan sebagai bahan yang berbahaya bagi kesehatan. Saat ini hidrokuinon masih digunakan sebagian produsen pemutih karena hidroquinon mampu mengelupas kulit bagian luar dan menghambat pembentukan melanin yang membuat kulit tampak hitam. Hidroquinon tidak boleh digunakan dalam waktu yang lama, dan jika pemakaiannya lebih dari 2 persen, harus di bawah kontrol dokter. Penggunaan hidroquinon yang berlebihan bisa menyebabkan oochronosis terhadap orang berkulit gelap.
Oochronosis adalah kulit berbintil seperti pasir dan berwarna coklat kebiruan. Penderita oochronosis akan merasa kulit seperti terbakar dan gatal. Sedangkan bahan pewarna Merah K.10 ( Rhodamin B ) dan Merah K.3 (CI Pigment Red 53 : D&C Red No. 8 : 15585) merupakan zat warna sintetis yang pada umumnya digunakan sebagai zat warna kertas, tekstil atau tinta. Zat warna ini dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan dan merupakan zat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker) serta Rhodamin dalam konsentrasi.

Tapi produk kosmetik Mustika Ratu jauh dari semua itu, karena Produk Mustika Ratu dibuat dari bahan alami pilihan di proses secara modern dan higienis. Mustika Ratu telah mendapatkan sertifikat ISO 9002 dan ISO 14001 sejak tahun 1996 serta GMP (Good Manufacturing Product) sejak tahun 2004. Sehingga memberikan keyakinan kepada konsumen atas kualitas produk yang ramah lingkungan.

Hedonisme

HEDONISME
Para hedonis menjawab kesenangan (hedone) adalah hal yang terbaik bagi manusia. Hědoně (dalam bahasa Yunani) adalah baik memuaskan keinginan kita, apa yang meningkatkan kuantitas kesenangan atau kenikmatan dalam diri kita. Aristipos menjawab yang sungguh baik bagi manusia adalah kesenangan. Hal ini terbukti karena sudah sejak masa kecilnya manusia merasa tertarik dengan kesenangan dan bila tercapai ia tidak mencari sesuatu yang lain lagi. Akan tetapi, ada batas untuk mencari kesenangan. Aristippos pun mengakui perlunya pengendalian diri, sebagaimana sudah diajarkan oleh gurunya, Sokrates. Yang penting adalah mempergunakan kesenangan dengan baik dan tidak membiarkan diri terbawa olehnya, sebagaimana menggunakan kuda tidak meninggalkannya tapi menguasainya sesuai kehendak kita. Epikuros melihat kesenangan (Hědoně) sebagai tujuan kehidupan manusia dan ia mengakui adanya kesenangan yang melebihi tahap badani, tapi kesenangan rohani itu hanyalah bentuk yang diperhalus dari kesenangan badani.
Kesenangan tidak harus dimanfaatkan. Ada tiga macam keinginan yang diajukan oleh Epikuros:
1.      Keinginan alamiah yang perlu (seperti makanan)
2.      Keinginan alamiah yang tidak perlu (seperti makanan yang enak)
3.      Keinginan alamiah yang sia-sia (seperti kekayaan)
Epikuros menganjurkan pola hidup sederhana.
Tinjauan kritis:
a.       Dalam hedonism terkandung kebenaran yang mendalam: manusia menurut kodratnya mencari kesenangan dan berupaya menghindari ketidaksenangan bahkan kecenderungan ini terdapat pada taraf tak sadar. Tapi apakah manusia selalu mencari kesenangan? Apakah manusia menurut kodratnya mencari kesenangan dalam arti bahwa ia tidak lagi manusia, jika ia tidak mencari kesenangan? Apakah tidak mungkin manusia membaktikan seluruh hidupnya demi kebaikan orang lain dengan niat murni dan tanpa pamrih? Para hedonis selalu bisa mengatakan bahwa mencari kesenangan adalah motivasi terakhir. Contohnya saja Ibu Theresa dari Kalkuta beserta teman-temannya membaktikan hidupnya melayani orang yang paling miskin dan menderita, para hedonis bisa saja mengatakan bahwa mereka pada akhirnya melakukan itu untuk mencari kesenangan untuk dipuji oleh khalayak ramai, untuk meraih Hadiah Nobel (dan ternyata berhasil) atau sekurang-kurangnya untuk memperoleh kebahagiaan kekal disurga.
b.      Kritik lebih berat lagi dari anggapan bahwa kodrat manusia adalah mencari kesenangan, ia sampai menyetarakan kesenangan dengan moralitas baik. Secara logis hedonism harus membatasi diri pada suatu etika deskriptif saja (pada kenyataannya kebanyakan manusia membiarkan tingkah lakunya dituntun oleh kesenangan) dan tidak boleh merumuskan suatu etika normative (yang baik secara moral adalah mencari kesenangan).
c.       Para hedonis mempunyai konsepsi yang salah tentang kesenangan. Mereka berfikir bahwa sesuatu adalah baik karena disenangi. Karena sesuatu tidak menjadi baik karena disenangi, tapi saya dijadikan senang karena memiliki sesuatu yang betul-betul baik.
d.      Jika dipikirkan secara konsekuen. Hedonism mengandung suatu egoism karena hanya memperhatikan kepentingan dirinya saja. Egoism yang dimaksutkan adalah egoism etis yang mempunyai prinsip: saya duluan, orang lain belakangan.

Dalam dunia modern ini rupanya hedonism masih hadir dalam bentuk lain. Hedonisme berupa etika implisit yang mungkin tanpa disadari dianut oleh banyak individu dewasa ini.

ETIKA

Etika Situasi
a.       Pendapat etika situasi
Etika situasi adalah sebuah pendekatan dan teori dalam etika yang timbul sesudah perang dunia kedua dan sangat dipengaruhi oleh filsafat eksistensialisme dan personalisme.eksistensialisme sangat menekankan keunikan dan tanggung jawab tiap – tiap orang. Sedangkan personalisme menekankan bahwa manusia adalah person, berniai bagi dirinya sendiri, makhluk yang berakal budi dan berkehendak sendiri, yang memiliki kebebasan untuk menentukan dirinya sendiri dan suara hati sebagai kesadaran mandiri akan apa yang yang merupakan kewajiban dan tanggung jawabnya.
Etika situasi menolak adanya norma – norma dan peraturan – peraturan moral yang berlaku umum. Setiap situasi adalah baru, maka setiap orang dalam situasi harus secara baru dan kreatif menemukan apa yang merupakan tanggung jawab dan kewajibannya.
Jadi, etika situasi adalah lawanan dari etika peraturan. Etika situasi menolak adanya peraturan dan norma – norma moral yang berlaku dimana – mana dan bagi siapa saja dan mengembalikan moralitas pada tanggung jawab individual masing – masing orang berdasarkan panggilan unik setiap situasi.
b.      Jasa etika situasi
Etika situasi menegaskan bahwa setiap manusia memang merupakan person yang unik, ia tujuan pada dirinya sendiri yang tidak pernah boleh dipukulratakan atau diperhitungkan sebagai roda gigi dalam mesin masyarakat belaka. Etika situasi menyangkut martabat manusia sebagai person merupakan harkatnya.
Kelemahan etika situasi adalah bahwa ia, sebagai reaksi terhadap etika peraturan yang melupakan tanggung jawab individual, jatuh ke dalam individualism ekstrem yang hanya melihat keunikan tanggung jawab individual, tetapi melupakan bahwa tanggung jawab itu baru menjadi nyata berhubungan dengan kedudukan kita dalam kesatuan kehidupan masyarakat. Etika situasi perlu ditegaskan bahwa kita tetap memerlukan norma – norma moral yang berlaku cukup umum.
c.       Kesimpulan
Argumentasi etika situasi tidak mengenai prinsip – prinsip moral dasar, melainkan mengenai norma – norma konkret. Prinsip – prinsip dasar diandaikan oleh segala etika karena tanpa prinsip – prinsip itu tidak mungkin untuk merumuskan norma – norma yang praktis. Misalnya adalah kita secara moral wajib tidak menuduh seorang pembantu rumah tangga sebagai seorang pencuri apabila ia dapat membuktikan bahwa ia pada saat pencurian berlangsung tidak ditempat, hanya berlaku atas prinsip bahwa kita selalu harus bersikap adil. Jadi dari etika situasi kita dapat belajar bahwa kita selalu harus bertanggung jawab.



Etika Peraturan

Kata “ etika peraturan “ ditulis dengan huruf kecil karena tidak merupakan teori tertentu, melainkan bentuk pendekatan terhadap moralitas yang ditemukan dalam banyaj lingkungan budaya, tradisi dan agama dan tidak jarang dikembangkan menjadi system – system aturan moral yang luas dan canggih. Etika peraturan misalnya akan mengenai peraturan – peraturan sebagai berikut : anak yang baik terhadap orang tua jangan membantah, selalu taat, selalu menunjukkan sikap hormat, selalu memenuhi kehendaknya ; manusia tidak boleh membunuh, berkelahi, bertengkar, melukai hati hati orang lain. Banyak isi dari peraturan moral bagi kita tidak masuk akal dan kita akui sebagai kewajiban moral. Etika peraturan mematikan faham tanggung jawab. Yang dipentingkan bukan agar kita hidup secara bertanggung jawab, dengan berusaha realisasikan nilai – nilai tertinggi kehidupan bersama. Dengan demikian maksud moralitas, yaitu agar kita mencapai kebaikan kita sebagai manusia, kemampuan untuk bertanggung jawab, untuk memakai akal budi dan kebebasannya sesuai dengan apa yang dinilai sebagai paling penting dan luhur dilumpuhkan.