Visit Indonesia From My Slide Show

Welcome to My Blog. Just Share My Mind. Maybe Your Mind Same with My Mind and its all in My Blog. Music Present : Olive Musique - Young at Heart. Visited My Country from My Slide Show.

Total Pageviews

Popular Posts

Tuesday, May 13, 2014

Jenis Komitmen

Kita mungkin berpikir tentang komitmen hanya dalam hal perasaan kewajiban atau ikatan emosional. Namun, dalam 15 tahun terakhir, konsensus yang berkembang telah muncul bahwa komitmen harus dipandang sebagai konstruk multidimensi. Allen & Meyer (1990) mengembangkan model awal yang telah menerima cukup perhatian. Model tiga komponen mereka menganjurkan didasarkan pada pengamatan mereka bahwa ada definisi dari komitmen di saat itu tercermin setidaknya tiga tema utama: afektif sebuah lampiran emosional terhadap organisasi (Affective Komitmen); pengakuan biaya yang terkait dengan meninggalkan organisasi (Komitmen Kesinambungan), dan kewajiban moral untuk tetap dengan organisasi (Komitmen normatif). Satu hal penting adalah bahwa tidak semua bentuk karyawan komitmen yang positif dengan kinerja yang unggul (Meyer & Allen, 1997). Sebagai contoh, seorang karyawan yang memiliki rendah afektif dan komitmen normatif, tetapi yang memiliki tinggi komitmen kelanjutan tidak mungkin untuk menghasilkan kinerja manfaat. Alasan utama seperti seorang karyawan tetap dengan organisasi adalah untuk alasan yang negatif bahwa biaya yang terkait dengan meninggalkan terlalu besar. Dalam beberapa tahun terakhir lebih, tipologi ini telah lebih dieksplorasi dan disempurnakan untuk mempertimbangkan sejauh mana lingkungan social dibuat oleh organisasi membuat karyawan merasa dimasukkan, dan memberikan mereka rasa identitas. O'Malley (2000) berpendapat bahwa penelaahan terhadap literatur komitmen menghasilkan lima umum faktor yang berhubungan dengan pengembangan komitmen karyawan:

􀁺 Afiliatif Komitmen:
Kepentingan organisasi dan nilai-nilai yang kompatibel dengan mereka
karyawan, dan karyawan merasa diterima oleh sosial
lingkungan organisasi.

􀁺 asosiatif Komitmen:
Organisasi keanggotaan meningkat karyawan harga diri dan
status. Karyawan merasa terhormat untuk berhubungan dengan
organisasi.

􀁺 Moral Komitmen:
4Employees melihat organisasi berada di sisi mereka dan
organisasi membangkitkan rasa kewajiban bersama di mana kedua
organisasi dan karyawan merasa memiliki tanggung jawab untuk
satu sama lain. Jenis komitmen ini juga sering disebut
dalam sastra sebagai Komitmen normatif.


􀁺 Affective komitmen:
Karyawan mendapatkan kepuasan dari pekerjaan mereka dan mereka
rekan kerja, dan lingkungan kerja mereka adalah mendukung bahwa
kepuasan. Beberapa peneliti (misalnya Allen & Meyer, 1991) menyarankan
bahwa ini adalah bentuk paling penting dari komitmen karena memiliki
paling potensial manfaat bagi organisasi. Karyawan yang memiliki
komitmen afektif tinggi adalah mereka yang akan melampaui panggilan
tugas untuk kebaikan organisasi. Dalam literatur terbaru ini
bentuk komitmen juga telah disebut sebagai 'keterlibatan' dan
adalah bentuk komitmen yang sebagian besar biasanya diukur dengan
organisasi.


􀁺 Struktural komitmen:
Karyawan percaya bahwa mereka terlibat dalam pertukaran ekonomi yang adil
di mana mereka manfaat dari hubungan dengan cara-cara material.
Ada godaan untuk memasuki dan tinggal dalam organisasi dan
ada hambatan untuk pergi. Jenis komitmen ini juga
sering disebut dalam sastra sebagai Kesinambungan
Komitmen.
Dengan mengacu pada tipologi di atas, ketika suatu organisasi adalah
mempertimbangkan menilai komitmen karyawan, tidak hanya
harus itu bertanya berapa banyak komitmen ada, tapi juga jenis apa dari
komitmen ada.

Membangun Restoran di Bali, antara Prestise dan Investasi


Bisnis restoran hingga kini diyakini sebagai salah satu bentuk bisnis yang tidak ada matinya. Selain berprospek cerah, bisnis restoran ternyata juga resisten terhadap adanya krisis. Hanya saja tidak menutup kemungkinan memang ada sejumlah restoran yang kemudian gulung tikar dan tidak bertahan lama. Mereka tidak mampu mempertahankan jumlah pelanggannya sehingga makin lama pengunjung yang datang kian sedikit. Sebaliknya pada bisnis restoran yang sukses, mereka pada umumnya mampu mempertahankan jumlah pelanggannya bahkan mereka juga mampu meningkatkan jumlah pengunjung yang datang.

Bagi Anda yang tertarik menerjuni bisnis restoran, ada sejumlah faktor penting yang harus diperhatikan agar bisnis ini memberikan prospek yang cerah.

# Cita rasa
Cita rasa adalah kesan pertama seorang pengunjung begitu mereka mencicipi menu masakan yang dihidangkan di suatu restoran. Cita rasa masakan yang mampu menggugah selera dan berciri khas biasanya akan sangat diminati oleh siapa saja. Apalagi bila menu masakan tersebut memiliki cita rasa yang universal. Artinya bisa dinikmati oleh siapa saja dengan perbedaan usia maupun budaya. Tentunya menu masakan seperti ini lebih mudah diterima dan memiliki daya tarik tersendiri sehingga pengunjung pada kesempatan lain ingin mencicipinya kembali. Baik dengan menu yang sama maupun menu-menu lainnya.

# Kualitas
Mempertahankan kualitas adalah faktor penting berikutnya. Sebuah restoran yang sudah berhasil meracik menu spesial dan banyak diminati, tentunya juga harus menjaga konsistensi kualitas menu tersebut. Semua bahan, bumbu, proses pengolahan hingga penyajiannya harus terstandardisasi. Jangan sampai pelanggan kecewa ketika mereka memesan menu favoritnya ternyata cita rasa dan kualitasnya berbeda dari hari-hari sebelumnya.

# Pelayanan
Pelayanan menjadi item penting penilaian bagi pengunjung suatu restoran. Jika pramusaji menyambut ramah kehadiran mereka, kemudian menu makanan diselesaikan secepat mungkin sesuai dengan permintaan tanpa membiarkan mereka menunggu lama, tentu pengunjung akan sangat puas. Lain lagi ceritanya jika menu makanan tidak kunjung diantar sehingga pengunjung harus menahan lapar lebih lama lagi. Pasti mereka akan kehilangan selera meskipun menu yang disajikan bercita rasa tinggi. Bahkan tidak menutup kemungkinan mereka tidak mau kembali lagi ke restoran dengan pelayanan yang demikian. Apalagi jika pramusaji tidak ramah, pasti pengunjung sudah memblack list restoran yang demikian dari daftar favoritnya.

# Pengawasan
Agar semua standar yang telah diberlakukan dalam bisnis restoran bisa dilaksanakan oleh semua pihak yang terlibat di dalamnya, maka harus ada mekanisme pengawasan. Pengawasan berfungsi untuk controlling. Sehingga bila di lapangan terdapat tindakan yang menyalahi prosedur maka bisa segera dilakukan tindakan perbaikan. Dengan cara ini kualitas bisa dipertahankan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

# Lokasi

Lokasi yang strategis menjadi salah satu penentu sukses atau tidaknya bisnis restoran berikutnya. Suatu restoran yang berada di daerah wisata seperti Bali, tentu berpeluang besar menarik banyak pengunjung. Apalagi Bali menjadi salah satu pusat pariwisata dunia. Tentunya kesempatan meraih untung semakin terbuka lebar. Tidak mengherankan jika sekarang ini banyak investor semakin tertarik berinvestasi restoran di sana. Mereka pun membidik tempat-tempat favorit para wisatawan seperti Nusa Penida, Kuta, dan Denpasar. Ketiga tempat tersebut memang menjadi favorit para wisatawan sehingga setiap saat selalu dipadati oleh wisatawan. Walhasil, restoran bertaraf internasional banyak dijumpai di Bali. Dan dari waktu ke waktu, restoran baru terus bermunculan di tempat-tempat yang dinilai prestise tersebut. Dampaknya, iklim kompetisi pun makin lama kian ketat. Para investor pun bersaing ketat untuk menjadi yang terdepan. Selain ingin meraih keuntungan berlipat, bisnis restoran di Bali adalah prestise tersendiri bagi para investor.

KONFLIK ETNIS DI RWANDA ( H-TINGGI )



Sejarah Konflik Etnis di Rwanda
Ketika mendengar Rwanda dan konflik etnis yang terjadi hingga berujung pada Genosida di tahun 1994 hal pertama yang terbesit dalam benak kita adalah dua buah film yang cukup fenomenal “Sometimes in April” dan “Hotel Rwanda”, kedua film itu cukup menggambarkan situasi yang terjadi di Rwanda di tahun 1994. Akan tetapi, sebenarnya, kenyataan yang terjadi di lapangan lebih tragis dan kompleks dari apa yang kita bayangkan. Genosida[1] yang terjadi di Rwanda merupakan sebuah cerminan gagalnya negara menjamin keamanan internal dan perlindungan bagi warga negaranya. Rwanda menjadi sebuah failed state yang menjadi ancaman bagi warganegaranya sendiri, konflik Rwanda juga memiliki dampak sistemik terhadap stabilitas kawasan Afrika dan menyita perhatian dunia internasional terkait dengan isu Hak Asasi Manusia (HAM) dan genosida. Konflik di Rwanda, awalnya dapat dikategorikan sebagai konflik internal, menyusul perebutan kekuasaan antara etnis Tutsi dan Hutu yang mengakibatkan perang sipil di tahun 1959. Akan tetapi konteks konflik internal dan konflik etnis di Rwanda menjadi hirauan internasional karena adanya upaya pemusnahan etnis secara besar-besaran.

Rwanda merupakan salah satu negara di belahan Benua Afrika yang terdiri dari 3 kelompok etnis: Hutu (88%), Tutsi (11%), dan Twa pygmies (1%). Setidaknya ada beberapa faktor yang melatarbelakangi munculnya kebencian terhadap suku Tutsi dan akhirnya berujung pada Genosida. Pertama, fanatisme dari etnis Hutu muncul tidak lepas dari “sakit hati dan reprisals methods” suku Hutu yang mengalami marginalisasi dan stigmatisasi dimasa pendudukan Belgia atas Rwanda dan perang sipil di tahun 1959. Di tahun 1961, partai gerakan emansipasi Hutu Parmehutu menang dalam referendum PBB. Pemerintahan Parmehutu, yang dibentuk sebagai hasil dari pemilihan umum tahun 1961 diberi jaminan otonomi oleh Belgia tanggal 1 Januari 1962. Juni 1962 resolusi Majelis Umum PBB mengakhiri pemerintahan Belgia dan memberikan kemerdekaan penuh atas Rwanda (dan Burundi) yang mulai berlaku sejak 1 Juli 1962.

Kedua, setelah terjadi Perang Sipil di Rwanda tahun 1959, kebanyakan suku Tutsi terbang ke negara tetangga sebagai pengungsi, tekanan dan perang gerilya di negara mereka mengakibatkan mereka tidak dapat kembali ke Rwanda. Pengungsi yang tersebar di beberapa negara tetangga di Afrika ini kemudian membuat sebuah gerakan yang berpusat di Uganda dengan nama Rwandan Patriotic Front (RPF). RPF secara vocal menyerukan agar pemerintah Rwanda memperhatikan nasib jutaan pengungsi yang menjadi diaspora pasca perang sipil di tahun 1959. Gerakan pemberontak, terdiri dari etnis Tutsi yang menyalahkan pemerintah atas kegagalan demokrasi dan menyelesaikan permasalahan dari 500.000 pengungsi Tutsi yang hidup sebagai diaspora di penjuru dunia. Perang pertama muncul setelah gencatan senjata Arusha tanggal 12 juli 1992. Tanzania, melakukan upaya perundingan sebagai jalan mengakhiri pertikaian, memimpin kedamaian dan membagi kekuasaan, dan mengakuai adanya militer yang netral dalam organisasi Persatuan Afrika. Gencatan senjata efektif sejak 31 Juli 1992 dan pembicaraan politik dimulai tanggal 10 Agustus tahun 1992. Presiden Rwanda mulai melakukan perundingan Tripartite yang diadakan antara dua menteri luar negeri Rwanda dan Uganda dan perwakilan UNHCR di Kigali.

Ketiga, media memainkan peranan yang signifikan dalam genosida di Rwanda, media lokal seperti surat kabar dan radio Radio Rwanda dan Radio Television Libre des Mille Collines (RTLM) dipercaya memulai pidato dan dialog-dialog yang berisi kebencian terhadap suku Tutsi, propaganda ini kemudian menjadi sangat sistematis dan berubah menjadi sebuah norma. Surat kabar yang dikuasai oleh negara Kangura memiliki peran pusat, memulai gerakan anti-Tutsi dan anti-RPF, surat kabar itu memuat artikel berisi tindakan yang harus dilakukan untuk melengkapi revolusi sosial di tahun 1959, di tahun 1990, ada artikel yang berisi The Hutu’s Commandments yang secara ekstrim menyatakan kebencian atas Tutsi.

Keempat, operasi peacekeeping yang dilakukan oleh Dewan Keamanan PBB, United Nations Assistance Missions for Rwanda (UNAMIR), yang berusaha menjaga perdamaian pasca perundingan di tahun 1992 serta pengkondisian dan pemeliharaan wilayah Rwanda menyusul akan dipulangkannya 1 juta pengungsi Tutsi di tahun 1994 gagal, setelah Presiden Rwanda, Juvenal Habyarimana meninggal dalam kecelakaan pesawat di Bandara Kigali 6 April 1994. Rwanda menjadi sebuah failed state yang memiliki vacuum of power di negara itu, kendali kemudian diambil alih oleh kaum pemberontak yang akhirnya berujung pada genosida.

Pembunuhan menyebar di Kigali dan seluruh pelosok negeri, genosida meluas kearah pembantaian 1 juta suku Tutsi dan Hutu moderat. Pihak yang bertanggung jawab dalam hal ini adalah militan Interahamwe “those who attack together” dan Impuzamugambi “those with a single purpose”. Militan genosida yang melakukan pembantaian atas Tutsi dan Hutu di tahun 1994 melanjutkan kampanye pemusnahan etnis dan mencoba memperluas operasi mereka melewati barat laut. Pemberontak bertanggung jawab atas sejumlah pelanggaran Hak Asasi Manusia, termasuk dalam membunuh siapa saja yang dianggap kontra genosida dan suku Hutu yang secara resmi menentang agenda mereka, sama halnya dengan pendeta dan para pekerja kemanusiaan. Militan, terdiri dari sejumlah anggota bersenjata, pendiri Rwanda Armed Forces (ex-FAR) dan kelompok genosida Interahamwe, yang sering melakukan serangan terhadap kantor-kantor pemerintahan, institusi publik, seperti penjara, klinik, dan sekolah. Aksi ini meningkatkan friksi antara kekuatan keamanan dan populasi Hutu dan menimbulkan insecurity di jalanan. Bahkan masyarakat biasa dipaksa membunuh tetangga mereka oleh pemerintahan lokal yang disponsori oleh radio.

Dalam kurun waktu 100 hari dari 6 April hingga 16 Juli 1994, diperkirakan 800.000 hingga 1 juta suku Tutsi dan Hutu moderat meninggal. Lebih dari 6 pria, wanita dan anak-anak dibunuh setiap menit setiap jam dalam setiap hari. Antara 250.000 dan 500.000 wanita mengalami kekerasan seksual. Sebanyak 20.000 anak-anak lahir dari tindakan itu. Lebih dari 67% wanita yang diperkosa terinfeksi HIV/AIDS. 75.000 yang selamat menjadi yatim piatu dan 40.000 lainnya tidak memiliki tempat tinggal. Rwanda tidak bisa melindungi masyarakatnya bahkan menjadi ancaman bagi warganegaranya sendiri.

Genosida berakhir ketika RPF menguasai Kigali tanggal 4 Juli 1994 dan perang berakhir tanggal 16 Juli 1994. Sebanyak dua juta pengungsi terbang ke Kongo, Uganda, Tanzania, dan Burundi. Hal ini kemudian menimbulkan masalah baru bagi negara-negara perbatasan sehingga muncul krisis Danau besar dan munculnya Perang Kongo I dan II. Konflik perbatasan dan masalah pengungsi kemudian mlanda kawasan Danau Besar. Genosida yang terjadi di Rwanda merupakan tingkatan Genosida pertama dalam kategori “mutual genocide” karena baik Tutsi dan Hutu saling membunuh satu sama lain karena perbedaan etnis dan partai serta konflik kepentingan bebrapa pihak di negara itu. Korban yang sesungguhnya dalam kasus Genosida di Rwanda merupakan suku Tutsi, hampir 800.000 penduduk Rwanda yang terbunuh adalah suku Tutsi, mayat suku Tutsi dibuang ke sungai dan pembunuh mengatakan jika mereka akan dikirim kembali ke Ethiopia, tempat asal mereka. Negara lain juga turut andil dalam genosida yang melanda Rwanda, Perancis, disinyalir ingin mempertahankan pengaruh di Afrika, mulai menyediakan senjada dan mendukung pemerintah Rwanda, dan tentara meningkat dari 5000 menjadi 40.000 di bulan Oktober 1992. Mereka turut membantu Habyarimana untuk melakukan aksi penahanan terhadap 1000 lawan politik dan pembunuhan atas 350 Tutsi di perbatasan, bahkan melindungi pemberontak yang melakukan aksi genosida. Media internasional tidak melakukan tindakan apa-apa atas propaganda radio dan surat kabar, padahal media internasional “Amerika Serikat” lah yang memulai kebebasan pers dan media untuk menyebarkan nilai-nilai demokrasi di wilayah ini, akan tetapi tanggung jawab internasional akan masalah ini nampaknya berlawanan dengan prinsip demokrasi di satu sisi dan Hak Asasi Manusia di sisi lain.

Genosida yang terjadi di Rwanda setidaknya menjadi agenda keamanan internasional karena genosida pada dasarnya merupakan pelanggaran terhadap nilai-nilai fundamental manusia yang tercantum dalam piagam PBB. Genosida ini juga menjadi kejahatan kemanusiaan paling besar sepanjang abad-20 setelah Holocaust yang terjadi di Jerman. Konflik internal yang awalnya merupakan fanatisme antar suku berubah menjadi pembantaian manusia yang mengakibatkan eskalasi politik dan keamanan di kawasan juga meningkat bahkan menjadi concern dunia internasional menyusul diadilinya para penjahat kemanusiaan di Rwanda di Pengadilan Kriminal Internasional dan perdebatan panjang akan term mutual-genocide dalam komunitas internasional.

Konflik Rwanda sekaligus memberi pelajaran bagi komunitas internasional untuk mengutamakan sendi-sendi kemanusiaan dan mewaspadai mutual genocide dalam era modern. Genosida di Rwanda menjadi sebuah bukti jika moralitas, hukum internasional bahkan komunitas internasional sendiri gagal dalam melakukan upaya-upaya pencegahan terkait dengan keamanan internal suatu negara yang harusnya menjadi concern dunia internasional karena menyangkut Hak Asasi Manusia.

Perusahaan Jasa

2. Perusahaan Jasa.
            2.1. Pengertian Perusahaan Jasa
Perusahaan jasa adalah unit usaha yang kegiatannya memproduksi yang tidak berwujud. Tetapi perusahaan jasa harus tetap memiliki produk untuk ditawarkan kepada konsumen untuk menyelenggarakan kegiatannya. Seperti misalnya perusahaan jasa pengiriman barang. Untuk mendukung usahanya maka perusahaan tersebut harus memiliki fasilitas transportasi yang mendukungnya.
            2.2. Ciri-ciri Perusahaan Jasa
Perusahaan jasa memiliki beberapa kharakteristik yang membedakan dirinya dengan perusahaan manufacture. Beberapa karakteristik tersebut adalah :
a.       Produk yang ditawarkan berupa benda tidak berwujud (jasa). Jasa merupakan sesuatu yang tidak bisa dilihat, tetapi manfaatnya bisa dirasakan.
b.      Perusahaan dan konsumen kesulitan untuk mengukur tingkat harga jasa. Tingkat harga merupakan sesuatu yang bersifat tidak mutlak karena mahal atau tidaknya harga yang ditetapkan perusahaan tergantung tingkat kepuasan konsumen.
c.       Produk yang ditawarkan tidak bisa disimpan dalam bentuk persediaan. Artinya, jasa tidak bisa disimpan, dijual kembali kepada orang lain, atau dikembalikan kepada perusahaan tempat konsumen membeli jasa.
2.3. Tipe Pemasaran Perusahaan Jasa
Perusahaan jasa memiliki beberapa cara untuk memasarkan jasa yang mereka miliki. Beberapa tipe pemasaran perusahaan jasa yaitu :
a.       Pemasaran Eksternal
Strategi pemasaran eksternal ini dikenal dengan 7 P (product, price, place, promotion, process, personil, and physical facility).
b.      Pemasaran Internal
Untuk pemasaran jasa tidak cukup hanya dengan pemasaran eksternal (7 P) tetapi harus diikuti pula dengan peningkatan kualitas atau keterampilan para personil yang ada dalam perusahaan. Selain itu juga harus ada kekompakan atau suatu tim yang tangguh dari personil yang ada dalam perusahaan tersebut, khususnya dalam menghadapi para pelanggan sehingga membawa kesan tersendiri yang meyakinkan.

c.       Pemasaran Interaktif (Interaktif Marketing)
Kepuasan konsumen tidak hanya terletak pada mutu jasa, misalnya, restorannya yang megah dan makanannya yang bergizi. Tetapi, juga harus dipadukan dengan melakukan service quality improvement supaya peningkatan pelayanan benar-benar meyakinkan.

2.4. Eksistensi Jasa di Perusahaan Jasa.
Setiap perusahan akan senantiasa mempertahankan eksistensi kinerjanya untuk mencapai pertumbuhan tertentu.Untuk itu setiap perusahaan akan berusaha untuk merebut pangsa pasar dengan berbagai strategi pemasaran dan juga peningkatan pelayanan yg maksimal dengan tujuan akhir untuk bisa memperoleh laba yg sebesar besarnya dengan pencapain kepuasana tamu ataupun pelanggan secara optimal.
Oleh sebab itu setiap perusahan yg bergerak dibidang jasa pelayanan akan akan selalu senantiasa mejaga dan meningkatkan mutu pelayanan mereka sehingga bisa secara maksimal bersaing dengan kebutuhan konsumen.

Seperti yg diketahui kualitas pelayanan yg ditawarkan erat kaitannya dengan dorongan untuk pencapain konsument yg loyar untuk tetap memakai produk yang ditawarkan oleh sebuah jasa pelayanan.Dalam jangka panjang perusahaan akan selalu senantiasa memahami dengan seksama jasa yg diharapkan oleh semua pelanggannya.Dengan demikian perusahaan akan bisa meningkatakan kepuasan para pelanggannya,dimana perusahaan bisa memaksimumkan pengalaman pelanggan yang menyenangkan.Pada gilirannya akan tercipta “Brand Image”nilai jual yg tinggi pada perusahaan yg mampu meberikan pelayan yg baik terhadap para konsumennya.

Manajemen Operasional

MENINGKATKAN  KEMAMPUAN  MEMPERBAIKI.
Karena keandalan dan pemeliharaan preventif jarang ada yang sempurna, perusahaan memiliki beberapa tingkatan kemampuan perbaikan. Dengan memperbesar atau meningkatkan fasilitas pemeliharaan, sistem bekerja menjadi lebih cepat. Fasilitas pemeliharaan yang baik harus memiliki enam hal yaitu :
a.       Personel yang terlatih dengan baik.
b.      Sumber daya yang memadai.
c.       Kemampuan menetapkan sebuah rencana perbaikan dan prioritas.
d.      Kemampuan dan otoritas untuk melakukan perencanaan bahan.
e.       Kemampuan mengidentifikasi penyebab kerusakan.
f.       Kemampuan merancang cara memperluas MTBF.
Tidak semua pekerjaan perbaikan dapat dilakukan pada fasilitas perusahaan. Enam hal diatas menunjukkan beberapa pilihan dan bagaimana mereka manila kecepatan, biaya, dan kompetensi. Konsisten pada keuntungan dari pemberdayaan karyawan. Jika setiap operator melaksanakan aktivitas dalam batas kemampuannya, maka manajer telah melangkah kea rah pemberdayaan karyawan dan pemeliharaan kinerja sistem.
PEMELIHARAAN  PRODUKTIF TOTAL.
Banyak perusahaan beralih ke konsep manajemen kualitas total dalam implementasi pemeliharaan preventif dengan sebuah pendekatan yaitu pemeliharaan produktif total. Pemeliharaan produktif total adalah menggabungkan kualitas manajemen total dengan sudut pandang pemeliharaan strategis, dari proses dan desain peralatan hingga pemeliharaan prefentif. Pemeliharaan produktif total meliputi hal sebagai berikut :
a.       Perancangan mesin yang andal, mudah dioperasikan, mudah pemeliharaan.
b.      Penekanan biaya kepemilikkan total saat membeli mesin, hingga biaya pelayanan dan pemeliharaan sudah termasuk dalam biaya pembelian.
c.       Pembuatan rencana pemeliharaan preventif yang memanfaatkan praktik terbaik dari operator, departemen pemeliharaan, dan depot layanan.
d.      Pelatihan pekerja untuk mengoperasikan dan memelihara mesin mereka sendiri.
Pemeliharaan produktif total menjadi kunci untuk menguarangi variabilitas dan meningkatkan keandalan.
TEKNIK-TEKNIK UNTUK MENINGKATKAN PEMELIHARAAN.
a.       Simulasi: Karena rumitnya beberapa keputusan pemeliharaan, simulasi computer merupakan perangkat yang baik untuk mengevaluasi dampak dari berbagai kebijakan. Pihak manajemen juga dapat menstimulasikan penggantian komponen yang belum rusak sebagai upaya mencegah timbulnya kerusakan di masa mendatang. Simulasi yang dilakukan melalui model fisis juga bermanfaat.

b.      Sistem Pakar: Para manajer MO menggunakan sistem pakar untuk membantu karyawan mengisolasi serta memperbaiki berbagai kesalahan pada peralatan dan permesinan.

TQM

Kualitas dan Strategi
                Peningkatan kualitas mampu membantu perusahaan meningkatkan penjualan dan mengurangi biaya yang kemudian akan meningkatkan keuntungan. Peningkatan penjualan kerap terjadi saat perusahaan mempercepat respons mereka, merendahkan harga jual sebagai hasil dari skala ekonomis dan meningkatkan reputasi mereka dengan produk berkualitas. Kualitas yang rendah berpengaruh terhadap organisasi secara keseluruhan, mulai dari pemasok hingga ke pelanggan dan dari desain produk hingga pemeliharaannya.
Mendefinisikan Kualitas
                Tujuan manajer operasi adalah membangun sebuah sistem TQM yang mengidentifikasikan dan memuaskan kebutuhan pelanggan. Kualitas adalah kemampuan sebuah produk atau jasa untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.
                Dua cara kualitas meningkatkan keuntungan :
1.       Penjualan meningkat melalui :
a.       Respons yang lebih baik
b.      Harga yang fleksibel
c.       Reputasi yang lebih baik
2.       Pengurangan biaya melalui :
a.       Produktivitas yang meningkat
b.      Biaya rework dan scrap yang lebih rendah
c.       Biaya garansi yang lebih rendah.
Pengaruh Kualitas
                Tiga alasan penyebab kualitas itu penting adalah :
1.       Reputasi perusahaan. Suatu organisasi menyadari reputasi akan mengikuti kualitas apakah itu baik atau buruk. Promosi diri tidak akan menggantikan produk berkualitas.
2.       Kehandalan produk. Pengandilan terus berusaha menghukum organisasi yang merancang, memproduksi, atau mengedarkan produk atau jasa yang penggunaannya mengakibatkan kerusakan atau kecelakaan.
3.       Keterlibatan global. Kualitas adalah suatu perhatian internasional, sebagaimana halnya MO. Bagi perusahaan yang ingin bersaing secara efektive pada ekonomi global, produk mereka harus memenuhi ekspektasi akan kualitas, desain, dan harga yang global.
Biaya Kualitas.
                Empat kategori utama biaya dikaitkan dengan kualitas yang disebut biaya kualitas :
1.       Biaya pencegahan. Biaya yang terkait dengan mengurangi kemungkinan komponen atau jasa mengalami kerusakan.
2.       Baiaya penaksiran. Biaya yang dikaitkan dengan proses evaluasi produk, proses, komponen, dan jasa.
3.       Kegagalan internal. Biaya yang diakibatkan oleh proses produksi komponen atau jasa yang rusak sebelum  diantarkan ke pelanggan.
4.       Biaya eksternal. Biaya yang terjadi setelah pengiriman barang atau jasa yang cacat.
Tiga biaya diatas dapat diperkirakan, tetapi biaya eksternal sangat sulit dihitung.
Etika dan Manajemen Kualitas
                Dalam hal etika pihak manajemen harus menanyakan apakah para pihak yang berkepentingan ini disalahkan. Setiap perusahaan harus mengembangkan nilai inti yang menjadi panduan sehari-hari untuk semua orang mulai dari CEO sampai pekerja di lini produksi.
Standar Kualitas Internasional
ISO 9000
                ISO 9000 merupakan satu-satunya standar kualitas yang diakui secara internasional. Focus standar ini adalah menetapkan prosedur manajemen kualitas melalui kepemimpinan, dokumentasi terperinci, perintah kerja, dan penyimpanan catatan. Untuk memilikinya, organisasi harus melalui proses selama 9 hingga 18 bulan yang mencakup dokumentasi prosedur kualitas, penilaian lapangan, dan serangkaian audit yang terus berjalan terhadap produk atau jasa yang dihasilkan.
ISO 14000
                Proses internasional kualitas yang terus terbukti dengan dikembangkannya ISO 14000. ISO 14000 merupakan standar manajemen lingkungan yang mengandung lima elemen pokok : manajemen lingkungan, audit, evaluasi kinerja, pelabelan, dan penilaian siklus hidup. Memiliki kelebihan :
1.       Citra public yang positive dan ekspos yang berkurang terhadap kewajiban.
2.       Pendekatan sistematis yang baik untuk pencegahan polusi melalui minimalisasi dampak ekologis dari prosuk dan aktivitas perusahaan.
3.       Ketaatan dengan persyaratan peraturan dan peluang untuk mendapatkan keunggulan bersaing.
4.       Berkurangnya kebutuhan untuk melakukan audit majemuk.



Total Quality Manajemen ( TQM )

TQM mengacu pada penekanan kualitas yang meliputi oragniasi keseluruhan, mulai dari pemasok hingga pelanggan. TQM penting karena keputusan kualitas mempengaruhi masing-masing dari sepuluh keputusan yang dibuat manajer operasi. Pemenuhan ekpektasi tersebut membutuhkan penekanan TQM saat suatu perusahaan bersaing untuk menjadi pemimpin di pasar dunia.
Perbaikkan Berkesinambungan

                TQM membutuhkan perbaikkan berkesinambungan yang tidak pernah berhenti yang mencakup orang, peralatan, pemasok, bahan, dan prosedur.  Jadi aspek dari suatu operasi perusahaan dapat diperbaiki. Tujuan akhirnya adalah kesempurnaan yang tidak akan pernah dapat diraih, tetapi selalu diupayakan. Plan-do-check-act (PDCA) yang menurutnya adalah suatu proses perbaikan berkesinambungan. 

Thursday, May 8, 2014

Sharing Kisah Nyata Tentang Anak Indigo- Kelahiran

Halo, sebut saja namaku Dian. Kini aku berusia 21 tahun dan sedang menempuh pendidikan di bangku kuliah. Aku tidak pernah mau disebut sebagai anak Indigo atau Cenayang. Aku lebih nyaman bila disebut sebagai anak Ketiban Sampur. Menurutku sebutan itu tidak terlalu Wah karena aku tidak suka dilebihkan dibandingkan orang lain meskipun aku sadar aku memiliki kelebihan itu, tapi aku nggak pernah mau sebenarnya mempublikasikannya. Alasan aku akhirnya mau menceritakan kehidupanku di blog ini karena, aku hanya ingin mengungkapkan apa yang selama ini menjadi rahasiaku. Aku sebenarnya tidak ingin menceritakannya. Tetapi banyak orang di sekitarku mendukungku agar ceritaku dapat diketahui oleh orang lain sebagai penambah wawasan tentang kehidupan anak Indigo dan sejenisnya. Aku hanya ingin memperlihatkan saja bahwa sebagai anak yang seperti aku tidaklah suatu hal yang selalu menyenangkan tetapi terkadang lebih dari beban hidup yang sangat hebat. Hanya beberapa orang yang mengetahui aku, kini akhirnya aku akan menceritakannya kepada kalian semua. Oke, bagian pertama yang ingin saya ceritakan adalah mengenai kelahiranku. Ini benar cerita dalam hidupku.

Keluargaku hidup di lingkungan kejawen yang sangat kental. Mereka masih mempercayai tentang bahwa setiap orang memiliki kemampuan lebih dari manusia seperti umumnya. Ayahku bernama Victor Agung sering mencari ilmu kebatinan di berbagai tempat atau sering disebut dengan meguru. Ibuku lahir di keluarga yang sering disebut dengan keluarga indigo. Ibuku bernama Fransisca Sri, Kakak ibuku bernama Sisworo juga merupakan indigo. Pakdhe Sis sebutannya ketika aku memanggil sudah dari sejak kecil memiliki kemampuan diluar akal sehat manusia pada umumnya. Bahkan semua masyarakat di Desa Balak, Boja mengenal beliau sebagai seorang indigo.

Pada awal mulanya, Pernikahan ibuku pada bulan Juli membuahkan seorang anak pada bulan September di tahun yang sama. Tetapi anak pertamanya keguguran. 2 tahun berlalu akhirnya Papa dan Mamaku memutuskan untuk pergi ke Goa Maria Sendang Sono. Ketika berdoa dibawah pohon untuk menghindari panas, tiba-tiba ayah saya didatangi oleh ular python besar yang turun dari atas pohon. Pada saat ayah saya hendak berteriak dan berdiri dari tempat tersebut serta menunjuk pohon itu tiba-tiba ular itu hilang dan banyak orang yang tidak melihat keberadaan ular itu lagi. Ibu saya yang khusyuk berdoa kepada Bunda Maria juga mendapatkan sinar putih yang terang. Pulang dari Goa Maria Sendang Sono, tepatnya 3 hari sesudahnya kakek ibu meninggal yang bernama Mbah Upas. Tepat 1 bulan sesudah dari Goa Maria Sendang Sono, ibuku telah mengandung janin. Ayahku berharap anak di dalam ibuku adalah Lelaki. Kehamilan pertama bagi ibuku sangatlah berat karena ekonominya masih sangat tidak karuan. Bayi yang ada di dalamnya juga sering berpolah banyak. Ketika lahir, ibuku merasakan sakit yang luar biasa. Kemudian keluarlah anak perempuan yang ketika keluar tidak menangis hanya diam saja. Dokter takut kalau anak tersebut bisu maka dia dipukul pantatnya dan kemudian menangis dengan keras. Di kamar bayi pun anak perempuan yang dinamai Dian itu juga tidak pernah menangis. Padahal anak lainnya menangis dengan keras. Tetapi si anak ini hanyalah diam dan sesekali tertawa tanpa alasan. Lagi-lagi pantat si anak itu dipukul agar menangis. Dan dia menangis dengan keras. Kehidupan ekonomi keluargaku mulai membaik semenjak kelahiranku. Entah apa yang terjadi weton ku berada tepat di tengah-tengah orang tuaku dan menghasilkan hitungan keseluruhan banyu mili yang artinya di dalam kehidupan keluarga tidak akan pernah mengalami kehabisan karena akan selalu ada. Ketika saya masih bayi, saya cenderung diam dan jarang sekali menangis. Ketika aku berumur 4 bulan, waktu ibu menyusi, saya sudah berpolah sangat banyak. Di kasur besar ukuran 1, saya bahkan bisa jatuh padahal menurut ibu, saya baru bisa tidur miring. Perkembangan saya sangat pesat. Umur 1 tahun saja saya sudah bisa bicara, berjalan, dan memiliki gigi yang banyak. Ketika saya berumur 2 tahun saya memiliki seorang adek yang bernama Purbo. Ketika saya berumur 2 tahun lebih 5 bulan saya mengalami panas yang sangat tinggi atau sering disebut step. Bibir saya ungu dan gigi mulai gemeletuk. Orang tua saya membawa ke rumah sakit. Dokter manyatakan kalau anak ini bisa meninggal. Ketika itu Pakdhe saya juga datang dan mengatakan anak ini akan sembuh dan pintar tetapi kalau dia tidak bisa memperjuangkan hidupnya maka dia akan meninggal. Tuhan masih berkehendak baik ternyata saya diberikan kesembuhan. 

Itulah cerita ringkas perjuangan mendapatkan saya dan ketika ibuku melahirkanku.